HUBUNGAN SIMULASI DAN PEMODELAN DALAM SEBUAH SISTEM oleh Valent
Sistem, dalam konteks ini, didefinisikan sebagai kumpulan satu kesatuan yang terdiri dari obyek-obyek yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Definisi ini bersifat subjektif dan tergantung pada tujuan pembelajaran yang spesifik. Sebagai contoh, jika kita ingin memahami operasi bank, kita dapat mendefinisikan bagian yang relevan dari bank sebagai sistem, seperti teller dan nasabah yang menunggu. Variabel-variabel penting, seperti jumlah teller yang sibuk atau jumlah nasabah dalam bank, digunakan untuk menjelaskan sistem dalam suatu periode waktu tertentu.
Sistem dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di lingkungannya, dan dalam pemodelan sistem, perlu ditetapkan batas antara sistem dan lingkungan. Entitas dalam sistem adalah objek seperti nasabah dalam bank, sedangkan atribut adalah sifat dari entitas, seperti pengecekan neraca rekening nasabah. Aktivitas merepresentasikan periode waktu tertentu dalam sistem, seperti deposito uang ke rekening pada tanggal tertentu.Keadaan sistem didefinisikan sebagai kumpulan variabel yang digunakan untuk menggambarkan sistem relatif terhadap tujuan studi. Peristiwa adalah kejadian sesaat yang dapat mengubah keadaan sistem, seperti kedatangan nasabah atau keberangkatan nasabah. Sistem dapat dibagi menjadi sistem diskrit, di mana variabel keadaan berubah pada titik waktu diskrit, dan sistem kontinyu, di mana variabel berubah secara kontinyu seiring waktu.
Pemodelan sistem dapat berupa model statik, yang merepresentasikan sistem pada waktu tertentu, atau model dinamik, yang menggambarkan perubahan sistem seiring waktu. Terdapat pula model kontinyu, di mana status berubah terus-menerus, dan model diskrit, di mana status berubah secara instan pada titik waktu tertentu. Pemodelan sistem ini melibatkan metode numerik dan simulasi yang melibatkan observasi sistem nyata, asumsi model, pengumpulan data, serta analisis dan estimasi kinerja sistem.
Langkah terpenting dalam studi simulasi adalah validasi. Validasi bukan hanya tugas tersendiri setelah pengembangan model, melainkan merupakan bagian terintegrasi dalam pengembangan model. Ini melibatkan verifikasi apakah model telah dibangun dengan benar dan diprogram dengan benar, serta validasi apakah model tersebut merupakan representasi akurat dari sistem nyata. Proses ini melibatkan perbandingan model dengan sifat sistem aktual dan perbaikan model jika diperlukan.
source : https://onlinelearning.uhamka.ac.id/
Komentar
Posting Komentar